Bisnis · 22 October 2026, 20:25 WIB
Ringkasan
Realisasi investasi Indonesia naik sekitar 31 persen dalam dua tahun terakhir dan tembus Rp3.923,2 triliun, menyerap 5,49 juta tenaga kerja. Lebih dari separuh investasi kini berada di luar Jawa.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani melaporkan capaian itu usai menyampaikan perkembangan realisasi investasi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bidang ekonomi di Istana Negara, Jakarta. Laporan itu menjadi gambaran terbaru arah investasi nasional.
Jumlah investasi yang masuk total Rp3.923,2 triliun dan penyerapan tenaga kerjanya adalah 5.485.944 orang. Angka ini dihitung dari realisasi investasi pada periode dua tahun terakhir, dibandingkan dengan periode dua tahun sebelumnya.
Dari total tersebut, investasi di luar Jawa mencapai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen, sedangkan investasi di Jawa tercatat Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen. Berdasarkan asal modal, penanaman modal dalam negeri mencapai Rp1.998,7 triliun dan penanaman modal asing tercatat Rp1.924,5 triliun.
Investasi Luar Jawa Lewat 50 Persen
Angka itu menunjukkan keseimbangan baru yang menarik, karena untuk pertama kalinya porsi investasi di luar Jawa lebih besar daripada di Jawa. Kondisi ini berarti penyerapan tenaga kerja juga mulai menyebar ke daerah, bukan lagi terpusat di satu pulau saja.
Rosan menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong investasi yang berkualitas, terutama yang mendukung hilirisasi dan industrialisasi serta memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional. Menurutnya, arus modal itu harus diarahkan pada sektor yang menyerap banyak tenaga kerja.
Yang diinginkan dari investasi yang masuk, menurutnya, adalah ujungnya industri hilirisasi dan industrialisasi. Dengan begitu, bahan baku yang melimpah di dalam negeri bisa diolah jadi produk bernilai tambah tinggi, bukan sekadar diekspor mentah dan menyerap tenaga kerja sedikit.
Hilirisasi Jadi Syarat Utama
Pemerintah juga terus memperkuat iklim investasi lewat integrasi sistem perizinan dengan 28 kementerian dan badan. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian proses dan waktu perizinan bagi investor dalam negeri maupun asing, sehingga proyek tidak lagi terhambat birokrasi yang berbelit. Hal ini juga memudahkan pemantauan izin oleh pemerintah pusat.
Menurut Rosan, kepastian menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Pemerintah terus berupaya mengurangi ketidakpastian, baik dari sisi perizinan, waktu, maupun iklim investasi secara keseluruhan.
Perizinan Diintegrasikan 28 Kementerian
Angka penyerapan tenaga kerja 5.485.944 orang juga menjadi poin penting dari capaian ini. Pemerintah menilai investasi yang masuk tidak cukup diukur dari nilai rupiahnya saja, melainkan juga dari berapa lapangan kerja yang benar-benar tercipta bagi masyarakat.
Dibandingkan periode dua tahun sebelumnya yang tercatat sekitar Rp2.995,1 triliun, realisasi investasi pada dua tahun terakhir naik menjadi Rp3.923,2 triliun atau bertambah sekitar Rp928,1 triliun. Kenaikan itu setara dengan pertumbuhan sekitar 31 persen dan menunjukkan kepercayaan investor yang terus membaik.
Angka ini wajar diapresiasi, tetapi implikasinya bagi pelaku usaha kecil juga perlu diperhatikan. Kenaikan investasi yang besar belum tentu otomatis menyebar ke pelosok, sehingga perhatian pada penyerapan tenaga kerja daerah menjadi hal yang harus terus dijaga.
Sumber Berita
- Investasi RI Naik 31% dalam Dua Tahun, Tembus Rp3.923 Triliun (CNBC Indonesia)
Pertanyaan yang Sering Muncul
Berapa realisasi investasi Indonesia terbaru?
Realisasi investasi tembus Rp3.923,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 5.485.944 orang, naik sekitar 31 persen dibanding periode dua tahun sebelumnya.
Apa itu PMDN dan PMA?
PMDN adalah penanaman modal dalam negeri atau investasi dari pelaku usaha Indonesia, sedangkan PMA adalah penanaman modal asing atau investasi dari luar negeri.
Mengapa investasi luar Jawa penting?
Karena porsi investasi di luar Jawa sudah mencapai 51,8 persen, artinya pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja mulai menyebar ke daerah, tidak lagi terpusat di Jawa.
Kalau kamu ingin berita terbaru di topik ini, coba ikuti label terkait di bawah.
Bisnis Investasi Ekonomi BKPM— Ditulis oleh Chacha —
Labels: Bisnis, Investasi, Ekonomi, BKPM
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!