Teknologi · 22 October 2026, 20:21 WIB
Ringkasan
OpenAI dan Google mengaku model AI-nya turut menemukan celah keamanan PHP2SHELL, bug di PHP yang sudah tersembunyi belasan tahun dan bisa dipakai hacker menjalankan kode berbahaya di server. Perbaikan sudah dirilis pengelola PHP.
Jakarta - Dunia teknologi kembali dihebohkan celah keamanan PHP2SHELL yang menyerang banyak situs berbasis PHP. Sejumlah perusahaan teknologi besar mengaku model kecerdasan buatan mereka ikut membantu mengungkap celah yang dinilai sangat parah itu sebelum jatuh ke tangan penjahat siber.
Celah ini memungkinkan hacker menjalankan kode berbahaya di server yang terdampak dan membocorkan data sensitif milik pengguna. Tidak semua situs PHP rentan terhadapnya, tetapi karena PHP dipakai di sebagian besar situs di internet, potensi skala serangannya menjadi sangat besar dan menjangkau berbagai jenis layanan online.
OpenAI mengatakan timnya menghabiskan dua bulan terakhir berkolaborasi dengan koalisi pengelola PHP, peneliti keamanan, dan perusahaan keamanan siber untuk menangani kerentanan tersebut sebelum detailnya dipublikasikan ke publik luas.
AI Jadi Alat Bantu Temukan Bug
Menurut laporan OpenAI, perusahaan keamanan siber Calif menemukan salah satu celah memakai model GPT-5.6 Sol sebagai bagian dari program Patch the Planet, inisiatif keamanan siber OpenAI yang mengandalkan kemampuan model AI. Program itu menghadiahkan penemuan celah sebagai bentuk kontribusi balik ke komunitas pengembang.
Pencipta ChatGPT menyebut kerentanan itu salah satu masalah keamanan siber paling genting dalam beberapa waktu terakhir. Mereka menyoroti pentingnya peran sistem AI dalam mengidentifikasi kerentanan pada software yang dipakai banyak pihak.
Google juga punya cerita serupa. Dalam laporan terpisah, unit keamanan sibernya Wiz memakai model AI untuk menemukan dan menyelidiki kerentanan tersebut, sementara Gemini AI berkontribusi menilai kerentanan, menguji potensi serangannya, dan memverifikasi hasil perbaikan sebelum patch disebarluaskan.
Bug PHP2SHELL Sudah Ada Belasan Tahun
Pengelola PHP memimpin upaya perbaikan celah tersebut. OpenAI, Wiz, Cloudflare, dan mitra lain turut memberikan kontribusi riset serta membantu menyiapkan perlindungan sebelum celah keamanan itu dibuka untuk umum.
Presiden OpenAI Greg Brockman menjelaskan bug ini sudah ada di PHP selama 14 tahun. Versi kecilnya sempat ditemukan beberapa waktu lalu, namun waktu itu belum dianggap cukup serius untuk segera ditindaklanjuti oleh para pengelola. Baru ketika versi lengkapnya terungkap, ancamannya terasa jauh lebih nyata.
Koalisi Perbaiki Sebelum Kabar Bocor
Perusahaan keamanan siber seperti Cloudflare juga terlibat dalam koalisi ini. Mereka membantu menyiapkan lapisan perlindungan tambahan bagi pelanggan agar celah yang belum dipatch tidak langsung bisa dieksploitasi secara massal.
Kabar rencana pengungkapan kerentanan sempat bocor lebih awal, sehingga pengelola PHP merilis perbaikan sehari lebih cepat dari jadwal. Koalisi berencana mengungkap detail lengkapnya agar praktisi keamanan bisa langsung memperkuat sistem yang mereka jaga. Kecepatan merilis patch dihitung penting agar penyerang tidak punya waktu memanfaatkan celah tersebut.
OpenAI menegaskan PHP bukan kasus terakhir dari jenis kerentanan seperti ini. Mereka mengaku sudah menemukan beberapa kerentanan serius lain dan memperkirakan laporan serupa bakal makin sering muncul. Artinya, masa depan keamanan web sangat bergantung pada seberapa cepat AI dipakai untuk menambal celah sebelum penyerang lebih dulu memanfaatkannya.
Sumber Berita
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa itu PHP2SHELL?
PHP2SHELL adalah celah kerentanan pada PHP yang memungkinkan peretas menjalankan kode berbahaya di server dan membocorkan data sensitif. Celah ini ditemukan berkat bantuan model AI milik OpenAI dan Google.
Apakah semua situs PHP terdampak?
Tidak semua. Hanya situs dengan konfigurasi tertentu yang rentan, tetapi karena PHP dipakai sangat luas di internet, potensi skala serangannya besar sehingga perbaikan tetap perlu segera dipasang.
Bagaimana AI membantu penemuan celah ini?
Model seperti GPT-5.6 Sol dan Gemini AI dipakai untuk menemukan, menyelidiki, menguji potensi serangan, dan memverifikasi perbaikan sebelum celah keamanan dipublikasikan.
Kalau kamu ingin berita terbaru di topik ini, coba ikuti label terkait di bawah.
Teknologi Keamanan Siber AI PHP— Ditulis oleh Chacha —
Labels: Teknologi, Keamanan Siber, AI, PHP
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!