Teknologi · 21 October 2026, 16:06 WIB
Ringkasan
Laporan keuangan PT Puradelta Lestari menunjukkan perusahaan data center sebagai pembeli lahan industri terbesar di Kota Deltamas, Cikarang. Microsoft Operations Indonesia memimpin dengan pembelian Rp795,96 miliar.
Investasi data center di Indonesia kini terlihat jelas dari pembelian lahan di kawasan industri. Laporan keuangan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menunjukkan perusahaan data center sebagai kelompok pembeli lahan terbesar di Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. PT Microsoft Operations Indonesia menempati posisi puncak dengan nilai pembelian Rp795,96 miliar hingga 30 September 2026. Angka itu setara 30,06 persen dari total penjualan yang tercatat dalam daftar pembeli utama perseroan.
Empat Raksasa Data Center Kuasai Pembelian Lahan
Di bawah Microsoft, PT Digital Gayana Ekagrata mencatatkan pembelian senilai Rp741,50 miliar atau 28,01 persen. PT Princeton Digital Group menyusul dengan Rp446,12 miliar yang setara 16,85 persen. Adapun PT Indoedge Real Estate and Data Center membeli lahan senilai Rp276,06 miliar atau 10,43 persen. Keempat perusahaan itu bersama-sama menyumbang Rp2,26 triliun, atau 85,35 persen dari total penjualan pada daftar pembeli utama DMAS. Artinya, hampir seluruh penjualan lahan besar perseroan datang dari sektor yang sama. Sebagai gambaran, total penjualan yang tercatat pada daftar pembeli utama perseroan hanya sekitar Rp2,65 triliun, sehingga kontribusi empat perusahaan data center itu setara lebih dari delapan dari sepuluh rupiah yang masuk dari daftar tersebut.
Pendapatan DMAS Melonjak Hampir 3,4 Kali Lipat
Besarnya kontribusi tersebut sejalan dengan keterangan resmi perseroan yang menyebut sektor data center sebagai pendorong utama pendapatan. DMAS membukukan pendapatan usaha Rp2,65 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Capaian itu naik hampir 3,4 kali lipat dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya. Segmen industri masih menjadi kontributor terbesar dengan Rp2,54 triliun, atau sekitar 96 persen dari total pendapatan usaha perseroan. Kenaikan sebesar itu terbilang luar biasa untuk perusahaan kawasan industri, yang biasanya bergerak bertahap mengikuti siklus properti. Lonjakan ini menandakan permintaan lahan untuk fasilitas komputasi berjalan lebih cepat daripada permintaan lahan pabrik biasa.
Mengapa Data Center Menyasar Kawasan Industri
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari, Tondy Suwanto, menyatakan sebagian besar pendapatan perseroan pada sembilan bulan pertama 2026 berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada sektor data center. Pilihan kawasan industri masuk akal karena data center menuntut lahan luas, pasokan listrik besar, jaringan serat optik, dan akses jalan yang stabil. Kota Deltamas di Cikarang memiliki keunggulan itu, terutama karena posisinya dekat dengan Jakarta dan kawasan industri lain di Jawa Barat. Kehadiran pemain global seperti Microsoft dan Princeton Digital Group juga menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim digital Indonesia. Selain soal lahan, data center juga menuntut ketersediaan air untuk pendinginan dan tenaga kerja teknis yang terlatih, sehingga kawasan industri yang matang lebih siap menerima investasi jenis ini dibanding lahan yang baru dibuka.
Apa Artinya bagi Ekonomi Digital Indonesia
Jadi, geliat data center bukan sekadar cerita properti atau harga tanah. Kehadiran fasilitas ini menentukan seberapa cepat layanan digital, kecerdasan buatan, dan penyimpanan data berjalan di Indonesia. Artinya, lonjakan pembelian lahan oleh perusahaan data center bisa dibaca sebagai sinyal bahwa permintaan komputasi dalam negeri sedang tumbuh. Bagi pembaca yang mengikuti industri teknologi, perkembangan ini layak dicermati karena menyangkut harga layanan cloud, ketersediaan lapangan kerja teknis, dan kesiapan infrastruktur nasional di masa depan.
Sumber Berita
- Data Center Serbu Kawasan Industri RI, Paling Besar Milik Microsoft (CNBC Indonesia)
Pertanyaan yang Sering Muncul
Siapa pembeli lahan industri terbesar di Kota Deltamas?
PT Microsoft Operations Indonesia, dengan nilai pembelian Rp795,96 miliar atau 30,06 persen dari daftar pembeli utama PT Puradelta Lestari hingga 30 September 2026.
Berapa kenaikan pendapatan PT Puradelta Lestari?
Perseroan membukukan pendapatan usaha Rp2,65 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, naik hampir 3,4 kali lipat dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.
Mengapa data center banyak dibangun di kawasan industri?
Karena data center membutuhkan lahan luas, pasokan listrik besar, jaringan serat optik, dan akses jalan yang stabil, yang umumnya tersedia di kawasan industri seperti Cikarang.
Kalau kamu ingin berita terbaru di topik ini, coba ikuti label terkait di bawah.
Data Center Microsoft Teknologi Investasi Digital— Ditulis oleh Chacha —
Labels: Data Center, Microsoft, Teknologi, Investasi Digital
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!