Teknologi · 15 October 2026, 13:51 WIB
Perusahaan keamanan siber ThreatFabric mengungkapkan temuan mengkhawatirkan tentang malware Android bernama Hirudo yang menargetkan delapan aplikasi perbankan di Indonesia. Dikutip dari BleepingComputer, malware ini bisa mengganti aplikasi perbankan asli dengan salinan yang dimodifikasi secara diam-diam. Versi palsu ini menonaktifkan pemeriksaan keamanan milik bank dari dalam aplikasi itu sendiri.
Ringkasan
Malware Android bernama Hirudo menargetkan 8 aplikasi perbankan di Indonesia. Malware ini bisa mengganti aplikasi bank dengan versi palsu dan mencuri PIN pengguna.
Hirudo merupakan malware Android berjenis remote access trojan atau RAT yang memungkinkan penyerang mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh. Malware ini disebarkan melalui aplikasi yang menyamar sebagai layanan belanja dan hiburan, seperti Shopora, 1V1 X, ZoyaTV, dan KoiShort. Pengguna yang tidak curiga akan mengunduh aplikasi tersebut tanpa menyadari bahaya yang mengintai.
Apa Itu Malware Hirudo?
Yang paling berbahaya, Hirudo memiliki kemampuan untuk mencuri PIN dan kredensial perbankan pengguna. Setelah mengganti aplikasi bank dengan versi palsu, malware ini akan merekam semua aktivitas pengguna, termasuk saat memasukkan PIN atau kata sandi. Data yang dicuri kemudian dikirimkan ke server penyerang untuk disalahgunakan.
Untuk melindungi diri, pengguna Android diimbau untuk selalu mengunduh aplikasi hanya dari Google Play Store resmi dan menghindari aplikasi dari sumber tidak dikenal. Selalu perbarui sistem operasi dan aplikasi keamanan, serta aktifkan verifikasi dua faktor untuk semua akun perbankan. Jika mencurigai aktivitas aneh pada aplikasi bank, segera hubungi bank dan ganti semua kredensial.
Bagaimana Cara Kerjanya?
ThreatFabric juga mengungkapkan bahwa Hirudo memiliki kemampuan untuk menghapus jejak setelah melakukan pencurian data. Artinya, korban mungkin tidak menyadari bahwa perangkat mereka telah terinfeksi sampai kerugian finansial terjadi. Oleh karena itu, pemantauan terhadap aktivitas perangkat dan aplikasi yang terinstal harus dilakukan secara rutin.
Pemerintah melalui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga diharapkan dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat tentang ancaman malware ini. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan keamanan, dan industri perbankan diperlukan untuk mengurangi dampak dari serangan siber yang semakin canggih ini.
Cara Melindungi Diri dari Malware Ini
Selain mencuri PIN, Hirudo juga dapat mengakses SMS dan notifikasi yang masuk ke perangkat korban. Ini berarti kode OTP (One Time Password) yang dikirim oleh bank melalui SMS juga bisa dicuri oleh malware. Dengan kode OTP ini, penyerang bisa melakukan transaksi tanpa sepengetahuan korban, bahkan jika korban telah mengaktifkan verifikasi dua faktor.
Pada akhirnya, ancaman malware Hirudo ini menunjukkan bahwa keamanan siber adalah tanggung jawab bersama. Pengguna harus lebih waspada, sementara pemerintah dan industri harus memberikan proteksi yang lebih baik. Jadi, jangan pernah meremehkan keamanan perangkat Android Anda. Masa depan keamanan digital dimulai dari kesadaran dan tindakan kecil yang kita lakukan hari ini.
Sumber Berita
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa yang dimaksud dengan Hirudo?
Hirudo adalah malware Android berjenis remote access trojan atau RAT yang menargetkan 8 aplikasi perbankan di Indonesia. Malware ini bisa mencuri PIN dan kredensial banking pengguna.
Bagaimana malware ini menyebar?
Hirudo disebarkan melalui aplikasi palsu yang menyamar sebagai layanan belanja dan hiburan, seperti Shopora, 1V1 X, ZoyaTV, dan KoiShort.
Bagaimana cara melindungi diri?
Unduh aplikasi hanya dari Play Store resmi, perbarui sistem secara rutin, aktifkan verifikasi dua faktor, dan waspadai aplikasi yang mencurigakan.
Kalau kamu ingin berita terbaru di topik ini, coba ikuti label terkait di bawah.
Malware Android Keamanan Siber Perbankan— Ditulis oleh Chacha —
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!