Bisnis · 21 October 2026, 14:04 WIB
Ringkasan
SpaceX mencatat laba bersih 4,4 miliar dolar AS pada kuartal III 2026, jauh melampaui perkiraan analis. Bisnis AI dan internet satelit Starlink menjadi pendorong utamanya.
Bisnis kecerdasan buatan (AI) dan internet satelit Starlink menjadi pendorong pertumbuhan SpaceX pada kuartal III 2026. Pertumbuhan kedua bisnis itu membantu perusahaan antariksa milik Elon Musk meraih laba yang jauh melampaui perkiraan analis. Pada periode Juli hingga September 2026, SpaceX mencatat laba bersih sebesar 4,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 79,2 triliun. Angka ini jauh di atas perkiraan analis yang hanya memperkirakan 1,88 miliar dolar AS atau sekitar Rp 33,8 triliun.
Dua Mesin Pertumbuhan
Pada periode yang sama, pendapatan SpaceX mencapai 14,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 262,7 triliun, melonjak 161 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan itu menunjukkan bahwa kombinasi layanan satelit dan bisnis AI memang sedang memberi kontribusi besar bagi perusahaan yang belum lama ini go public tersebut. Dua lini usaha itu saling menguatkan karena sama-sama mengandalkan infrastruktur komputasi berskala besar.
Starlink sendiri terus menambah pelanggan, sehingga dasar pendapatan berlangganan menjadi kian kokoh. Di sisi lain, bisnis AI menghubungkan layanan antariksa dan komputasi dengan kebutuhan perusahaan yang ingin menjalankan beban kerja berat. Ketika kedua sumber itu tumbuh bersamaan, margin perusahaan pun ikut membesar dan laba bersih terdongkrak jauh di atas konsensus pasar.
Angka yang Bikin Analis Terkejut
Laba besar SpaceX ikut mengguncang sentimen pasar saham. Saham perusahaan sempat mencatat kenaikan pada perdagangan sesi sebelumnya, mengikuti rilis laporan keuangan yang lebih baik dari perkiraan. Bagi investor, hasil ini menjadi bukti bahwa bisnis antariksa dan AI bisa menghasilkan keuntungan nyata, bukan sekadar cerita masa depan. Efeknya pun terasa hingga ke pasar saham Asia dan Amerika yang menguat terdongkrak kinerja emiten teknologi.
Efek ke Pasar Saham
Di tengah kabar itu, Elon Musk membuka peluang penggabungan dua perusahaan miliknya, yaitu SpaceX dan Tesla. Mengutip Reuters pada Selasa 20 Oktober 2026, Musk menyebut merger tersebut sebagai gagasan yang menarik. Namun ia menegaskan keputusan akhir berada di tangan komite khusus yang dibentuk oleh masing-masing perusahaan, dan ia sendiri tidak terlibat langsung karena punya kepentingan di kedua pihak. Komite itu terdiri dari jajaran direktur independen yang dibentuk atas permintaan pemegang saham.
Spekulasi soal penggabungan sebenarnya sudah bergulir beberapa pekan terakhir, tetapi Musk mengingatkan bahwa merger belum tentu terealisasi. Kedua komite belum menyepakati persyaratan transaksi dan masih terbuka kemungkinan pembahasan berakhir tanpa kesepakatan. Jika transaksi benar-benar dilanjutkan, persetujuan pemegang saham dari kedua perusahaan juga tetap diperlukan sebelum ada keputusan final.
Wacana Merger dengan Tesla
Artinya, meski opini soal merger terdengar menggairahkan, transaksi ini belum tentu terealisasi karena kedua komite masih belum menyepakati persyaratan dan masih terbuka kemungkinan pembahasan berakhir tanpa kesepakatan. Bagi pelaku pasar, kabar ini tetap menjadi pengingat bahwa kinerja keuangan yang kuat bisa mengubah arah strategi perusahaan besar. Jadi, sebaiknya kita menanggapi wacana merger dengan tenang dan menunggu keputusan resmi dari komite yang berwenang.
Sumber Berita
- Bisnis AI "Meroket", SpaceX Raup Laba Besar Lampaui Prediksi (Kompas.com)
- Elon Musk Buka Peluang Merger SpaceX-Tesla, Bisnis AI Jadi Pendorong (Kontan.co.id)
Pertanyaan yang Sering Muncul
Berapa laba SpaceX pada kuartal III 2026?
SpaceX mencatat laba bersih 4,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 79,2 triliun, jauh melampaui perkiraan analis sebesar 1,88 miliar dolar AS.
Apa pendorong pertumbuhan SpaceX?
Dua lini usaha utama yang menjadi pendorong adalah bisnis kecerdasan buatan dan internet satelit Starlink. Keduanya sama-sama mengandalkan infrastruktur komputasi berskala besar.
Apakah SpaceX dan Tesla benar-benar akan merger?
Belum pasti. Elon Musk membuka peluang tersebut, tetapi keputusan ada di tangan komite khusus dari masing-masing perusahaan dan masih memerlukan persetujuan pemegang saham.
Kalau kamu ingin berita terbaru di topik ini, coba ikuti label terkait di bawah.
Bisnis SpaceX Starlink AI Saham— Ditulis oleh Chacha —
Labels: Bisnis, SpaceX, Starlink, AI, Saham
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!