Teknologi · 22 October 2026, 13:28 WIB
Ringkasan
BMKG menandatangani perjanjian kerja sama dengan Weathernews Inc. untuk mengembangkan sistem prediksi curah hujan berbasis kecerdasan buatan. Proyek tiga tahun ini memadukan data radar BMKG dengan model AI, dengan data primer tetap menjadi milik BMKG.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menjalin kerja sama dengan Weathernews Inc. (WNI), perusahaan informasi cuaca asal Jepang. Kerja sama ini diwujudkan lewat penandatanganan perjanjian di Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG, Jakarta, Rabu 21 Oktober 2026. Fokusnya jelas: mengembangkan sistem prediksi curah hujan berbasis kecerdasan buatan yang lebih akurat.
Program ini dirancang berjalan selama tiga tahun dan mencakup empat hal sekaligus, yaitu pengembangan sistem, bimbingan teknis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia BMKG, serta evaluasi dan pengelolaan operasional. BMKG dan WNI akan memadukan data radar historis maupun real-time milik BMKG dengan keahlian model AI dari WNI. Sekretaris Utama BMKG Guswanto menyebutnya langkah strategis yang sejalan dengan komitmen global United Nations Early Warnings for All dan Rencana Strategis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).
Apa yang Sebenarnya Dikerjakan
Kedaulatan data menjadi titik penting dalam kerja sama ini. Data primer yang berasal dari Indonesia tetap menjadi milik BMKG, dan proses komputasi model AI menggunakan infrastruktur BMKG sesuai regulasi yang berlaku. Sementara hak kekayaan intelektual dan data hasil proyek dimiliki bersama kedua belah pihak. Director Executive Officer sekaligus Chief Operating Officer Risk Management WNI Daisuke Abe menegaskan data radar tetap dikonsumsi in-house dan tidak akan keluar dari BMKG.
Data Tetap Milik BMKG
Secara teknis, pengembangan dilakukan bertahap. Fase awal memanfaatkan data radar cuaca, lalu dilanjutkan integrasi data observasi lain setelah evaluasi. BMKG juga menyiapkan training data agar workshop bisa langsung dipakai untuk praktik pengembangan model bersama tim teknis. Targetnya, hasil pengembangan siap dirilis kepada masyarakat pada musim hujan 2027-2028, dengan keluaran yang punya manfaat operasional terukur, bukan sekadar nowcasting jangka pendek. Artinya, sistem tidak hanya bisa menebak hujan dua jam ke depan, tetapi juga memberi gambaran lebih panjang untuk perencanaan.
Jadwal dan Target Rilis
Bagi masyarakat, dampaknya nyata. Prediksi curah hujan yang lebih akurat berarti peringatan dini banjir dan bencana hidrometeorologi lain bisa diberikan lebih cepat dan lebih tepat sasaran. BMKG sendiri merupakan satu-satunya lembaga yang memegang mandat resmi penyampaian peringatan dini di Indonesia, sehingga setiap peningkatan akurasi langsung menyangkut keselamatan publik. Data radar yang dimiliki BMKG juga menjangkau wilayah kepulauan, termasuk daerah yang jarang terpantau satelit atau stasiun pengamatan mendatakan. Di sinilah model AI diharapkan bisa mengisi celah peringatan dini yang selama ini masih bergantung pada prakiraan konvensional.
Kerja sama semacam ini menunjukkan bahwa teknologi AI paling bermanfaat kalau dibangun di atas data yang dikuasai sendiri. BMKG tidak menyerahkan data radarnya ke pihak luar, melainkan memakai infrastruktur dalam negeri dan tetap memegang kepemilikan data primer. Implikasinya bagi pembaca adalah harapan yang realistis: sistem ini belum bisa langsung dipakai, karena baru akan dirilis pada musim hujan 2027-2028. Kesimpulannya, kolaborasi ini layak diapresiasi sebagai investasi jangka panjang untuk mitigasi bencana, bukan sekadar pengumuman seremonial.
Sumber Berita
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah sistem prediksi AI ini sudah bisa dipakai sekarang?
Belum. Proyek berdurasi tiga tahun dan hasil pengembangannya baru ditargetkan siap dirilis kepada masyarakat pada musim hujan 2027-2028.
Apakah data radar BMKG dikirim ke luar negeri?
Tidak. Data primer Indonesia tetap menjadi milik BMKG, komputasi memakai infrastruktur BMKG, dan data radar hanya dikonsumsi in-house di dalam BMKG sesuai regulasi.
Siapa yang berwenang menyampaikan peringatan dini di Indonesia?
BMKG adalah satu-satunya lembaga yang memegang mandat resmi dalam penyampaian peringatan dini di Indonesia.
Kalau kamu ingin berita terbaru di topik ini, coba ikuti label terkait di bawah.
BMKG Cuaca Kecerdasan Buatan Peringatan Dini Teknologi Mitigasi Bencana— Ditulis oleh Chacha —
Labels: BMKG, Cuaca, Kecerdasan Buatan, Peringatan Dini, Teknologi, Mitigasi Bencana
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!