Bisnis · 23 October 2026, 13:19 WIB
Ringkasan
Barclays, bank asal Inggris, berencana memangkas 5.000 karyawan atau sekitar 5 persen dari total tenaga kerjanya di tengah peningkatan investasi besar pada kecerdasan buatan. Sekitar 1.000 orang sudah terkena PHK dan 4.000 sisanya ditargetkan menyusul sebelum akhir tahun ini.
Barclays, bank asal Inggris, berencana memangkas 5.000 karyawan atau sekitar 5 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah itu diambil di tengah peningkatan besar investasi perusahaan pada teknologi kecerdasan buatan untuk mempercepat efisiensi bisnis. Sekitar 1.000 karyawan sudah terkena pemutusan hubungan kerja, sementara 4.000 sisanya ditargetkan menyusul sebelum akhir tahun ini.
Manajemen: AI Jadi Pelengkap, Bukan Inti
Kepala Eksekutif Barclays Group, CS Venkatakrishnan, menyebut pengurangan jumlah karyawan tersebut merupakan dampak logis dari investasi besar di bidang teknologi. Tujuan utamanya adalah menyederhanakan proses kerja sekaligus meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan. Ia menegaskan bahwa kecerdasan buatan akan memegang peran jauh lebih krusial ke depan, namun AI hanyalah pelengkap, bukan inti utama operasional perbankan.
Barclays menyebut sekitar 60 persen dari total pengurangan tenaga kerja terjadi pada fungsi-fungsi pendukung, termasuk di kalangan pengembang perangkat lunak atau developer. Pekerjaan administratif dan pemrograman menjadi beberapa bidang yang dinilai paling rentan terdampak penerapan teknologi tersebut. Perusahaan menilai tugas-tugas dasar yang selama ini dikerjakan manusia bisa digantikan oleh otomatisasi yang jauh lebih cepat dan murah.
Fungsi Pendukung Paling Terdampak
Sharon Graham, Sekretaris Jenderal serikat pekerja Unite yang mewakili pekerja di sektor perbankan, mengkritik keras langkah yang diambil Barclays tersebut. Ia menilai perusahaan memakai AI sebagai alasan untuk menyingkirkan karyawan yang telah lama bekerja dan berkontribusi. Menurutnya, pemberi kerja seharusnya berfokus pada peningkatan keterampilan agar pekerja tetap bisa bekerja di tengah perubahan lingkungan kerja akibat teknologi baru.
Serikat Pekerja Menolak Keras
Langkah Barclays bukan kasus tunggal. Beberapa bank global lain juga mulai menggeser anggaran tenaga kerjanya ke investasi teknologi setelah melihat otomatisasi memangkas biaya operasional secara signifikan. Analis menilai tekanan pada fungsi developer dan administrasi akan semakin terasa karena kedua bidang itu paling mudah diwakili oleh model bahasa dan perangkat lunak siap pakai.
Di tengah rencana pengurangan tenaga kerja, Barclays mencatat laba sebelum pajak sebesar 2,3 miliar euro atau sekitar Rp 5,5 triliun pada kuartal III tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski sedikit di bawah perkiraan pasar. Kondisi ini memperkuat argumen bahwa efisiensi lewat pemangkasan pegawai tetap jadi pilihan manajemen demi menjaga margin keuntungan tetap tinggi.
Laba Tetap Meningkat
Makna berita ini bagi pekerja Indonesia cukup jelas: gelombang efisiensi berbasis AI tidak hanya terjadi di bank global, tetapi akan merambat ke industri keuangan dan teknologi dalam negeri. Jadi, yang perlu dilakukan bukan sekadar menolak perubahan, melainkan menyiapkan diri dengan keterampilan baru yang tidak mudah digantikan mesin. Pada akhirnya, kemampuan beradaptasi jauh lebih menentukan daripada sekadar bertahan pada zona nyaman selama bertahun-tahun.
Sumber Berita
Pertanyaan yang Sering Muncul
Berapa jumlah karyawan Barclays yang akan di-PHK?
Totalnya 5.000 orang atau sekitar 5 persen dari total tenaga kerja Barclays. Sebanyak 1.000 orang sudah terkena PHK dan 4.000 sisanya ditargetkan menyusul sebelum akhir tahun ini.
Apakah semua pemangkasan disebabkan oleh AI?
Menurut Barclays, tidak semua pengurangan posisi disebabkan oleh AI. Namun, besarnya investasi perusahaan pada kecerdasan buatan memang jadi latar belakang utama dari langkah efisiensi ini.
Bagaimana reaksi serikat pekerja?
Sharon Graham dari serikat pekerja Unite mengkritik keras. Ia menilai Barclays memakai AI sebagai alasan menyingkirkan karyawan lama dan mengambil pendekatan jangka pendek yang reaktif, bukan meningkatkan keterampilan pekerja.
Kalau kamu ingin berita terbaru di topik ini, coba ikuti label terkait di bawah.
Barclays PHK AI Perbankan Tenaga Kerja— Ditulis oleh Chacha —
Labels: Barclays, PHK, AI, Perbankan, Tenaga Kerja
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!