SBN Ritel ST017 Dibuka: Kupon 6,95 Persen, Target Rp 15 Triliun, dan Cara Beli untuk Pemula :: ST017, SBN Ritel, Sukuk Tabungan, obligasi ritel, BI-Rate

Keuangan · 07 November 2026, 19:54 WIB

SBN Ritel ST017 Dibuka: Kupon 6,95 Persen, Target Rp 15 Triliun, dan Cara Beli untuk Pemula

Ringkasan

Pemerintah membuka penawaran Sukuk Tabungan seri ST017 dengan kupon 6,95 persen untuk tenor dua tahun dan 7,05 persen untuk empat tahun. Simak syarat, jadwal, dan cara memesannya secara online.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan membuka penawaran Surat Berharga Syariah Negara ritel seri ST017 sejak 6 November 2026. Instrumen ini ditujukan bagi individu Warga Negara Indonesia dan dijual lewat 33 mitra distribusi, baik bank, perusahaan efek, maupun perusahaan teknologi finansial. Penawaran berlangsung hingga 2 Desember 2026.

ST017 terdiri dari dua seri. ST017T2 berjangka dua tahun dengan kupon minimal 6,95 persen per tahun dan jatuh tempo 10 November 2028. ST017T4 berjangka empat tahun dengan kupon minimal 7,05 persen per tahun dan jatuh tempo 10 November 2030. Kedua kupon memakai skema mengambang dengan batas minimal, yang mengacu pada BI-Rate, dengan selisih masing-masing 120 dan 130 basis poin.

Apa itu ST017

Karena skemanya mengambang, kupon bisa naik bila BI-Rate naik, tetapi tidak akan turun di bawah batas minimal yang sudah ditetapkan. Pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 10, dengan pembayaran pertama dijadwalkan 10 Januari 2027. Satu catatan yang perlu diluruskan, laporan Bisnis.com menyebut kupon ST017T4 sebesar 7,00 persen, sementara DJPPR, Kompas, dan Kontan mencatat 7,05 persen.

Kupon, Tenor, dan Batas Pembelian

Modal yang dibutuhkan kecil. Masyarakat dapat memesan mulai dari Rp 1 juta dan berlaku kelipatan Rp 1 juta. Batas maksimum pembelian Rp 5 miliar untuk ST017T2 dan Rp 10 miliar untuk ST017T4. Dengan kupon 6,95 persen, investasi Rp 1 juta berpotensi menghasilkan imbal hasil kotor sekitar Rp 69.500 dalam setahun.

Jadwal dan Cara Memesan

Pemesanan dilakukan secara online melalui sistem mitra distribusi yang terhubung dengan e-SBN. Ada empat tahapan, yaitu registrasi atau pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi kepemilikan. Calon investor perlu menyiapkan data diri, nomor SID, rekening dana, dan rekening surat berharga. Setelah membayar, investor mendapat NTPN dan notifikasi pesanan selesai.

Daftar mitra distribusinya mencakup 18 bank umum, 2 bank umum syariah, 9 perusahaan efek, dan 4 perusahaan teknologi finansial. Beberapa yang dikenal luas antara lain Bank Central Asia, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Syariah Indonesia, BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, Ajaib Sekuritas, Bareksa, tanamduit, dan Bibit. Melalui aplikasi Livin by Mandiri, pembelian juga dapat dilakukan dalam genggaman.

Kelebihan dan Risikonya

Kelebihannya terletak pada aksesibilitas dan kepastian. Kupon tetap dan dibayar rutin, serta instrumen ini dapat dijadikan pilihan investasi syariah bagi masyarakat umum. Namun, ST017 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder hingga jatuh tempo. Satu-satunya jalan keluar sebelum jatuh tempo adalah early redemption, dan kupon yang diterima dikenakan PPh final 10 persen.

Pemerintah menargetkan penghimpunan dana ST017 sebesar Rp 15 triliun. Target itu bukan tambahan di luar rencana penerbitan SBN ritel, melainkan bagian dari strategi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seri ST017 merupakan penawaran SBN ritel terakhir pemerintah pada tahun ini, dan total penerbitan SBN ritel disebut berpeluang menembus Rp 156 triliun.

Catatan untuk Pemula

Bagi pemula, ST017 bisa dijadikan pintu masuk ke pasar obligasi ritel syariah karena modalnya kecil dan prosesnya sepenuhnya online. Yang perlu diperhatikan, instrumen ini tidak likuid di pasar sekunder, sehingga dana sebaiknya disiapkan sampai jatuh tempo. Dengan membaca ketentuan early redemption dan memahami pajak kupon, keputusan membeli ST017 akan lebih tenang dan tidak terburu-buru.

Sumber Berita

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah ST017 bisa dijual kembali sebelum jatuh tempo?

Tidak di pasar sekunder. ST017 merupakan obligasi negara tanpa warkat yang tidak dapat diperdagangkan hingga jatuh tempo. Pemerintah menyediakan fasilitas early redemption, yang memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan pokok sebelum jatuh tempo, dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, dana yang dialokasikan sebaiknya tidak disiapkan untuk kebutuhan mendesak.

Apakah kupon ST017 dijamin pemerintah?

Ya. ST017 diterbitkan oleh pemerintah lewat Kementerian Keuangan dan merupakan Surat Berharga Syariah Negara. Kupon memakai skema mengambang dengan batas minimal, sehingga nilainya dapat naik mengikuti BI-Rate tetapi tidak turun di bawah batas minimal yang ditetapkan. Imbal hasil itu dikenakan PPh final 10 persen.

Bagaimana cara membeli ST017 dengan modal Rp 1 juta?

Buka salah satu aplikasi mitra distribusi, lalu lakukan registrasi dengan data diri, nomor SID, rekening dana, dan rekening surat berharga. Setelah terdaftar, pilih seri ST017T2 atau ST017T4, isi nominal mulai Rp 1 juta, dan selesaikan pembayaran lewat bank persepsi. Pesanan yang sudah terverifikasi dan terbayar tidak dapat dibatalkan, jadi pastikan dana sudah siap.


— Ditulis oleh Chacha —

Post a Comment

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!

Previous Post Next Post