Rupiah Digital dan QRIS Tumbuh 93 Persen: Bagaimana BI Membangun Kepercayaan Publik :: rupiah digital, BI, QRIS, CBDC, pembayaran digital, ekonomi digital, finansial, kebijakan moneter

Keuangan · 04 November 2026, 09:51 WIB

Rupiah Digital dan QRIS Tumbuh 93 Persen: Bagaimana BI Membangun Kepercayaan Publik

Ringkasan

Bank Indonesia mengonsolidasikan kemajuan rupiah digital lewat fatwa kehalalan, eksperimen lintas negara, dan ekspansi QRIS yang menembus 67 juta pengguna pada pertengahan 2026.

Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar transaksi pada semester pertama 2026, tumbuh 93,92 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi sekitar Rp 1,12 kuadriliun. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa ekosistem pembayaran digital Indonesia tidak memulai dari titik nol, melainkan melanjutkan fondasi yang telah dibangun bertahun-tahun melalui QRIS, BI-FAST, dan mobile banking. Di tengah pertumbuhan tersebut, angka transaksi digital secara keseluruhan juga terus melonjak seiring perluasan jaringan merchant di seluruh pelosok negeri.

Salah satu tonggak penting dalam pengembangan rupiah digital adalah pencapaian fatwa kehalalan dari Dewan Syariah Nasional atas framework CBDC dan stablecoin. Gubernur BI juga mengumumkan bahwa eksperimen transaksi lintas negara untuk rupiah digital telah dimulai. Hal ini menandakan keseriusan bank sentral untuk menyelaraskan mata uang digital dengan standar keuangan domestik dan internasional sambil menjaga kepercayaan publik yang semakin tinggi.

QRIS dan BI-FAST: Fondasi yang Menopang Pertumbuhan Digital

BI juga terus menegaskan bahwa rupiah digital tidak akan menggantikan uang kartal. Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali menekankan bahwa digital dan kartal akan tetap berjalan berdampingan sebagai alat pembayaran yang sah. Kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah tetap menjadi prioritas untuk meningkatkan literasi masyarakat seiring berkembangnya ekosistem pembayaran digital di seluruh wilayah Indonesia.

Perkembangan ini sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang menargetkan ekonomi digital tumbuh empat kali lipat pada 2030 mencapai 210 hingga 360 miliar dolar AS. Meski optimisme tinggi, BI menyadari masih banyak pertimbangan teknis, keamanan siber, dan perlindungan data yang harus dipenuhi sebelum rupiah digital benar-benar beredar luas ke masyarakat umum. Regulasi dan intervensi pasar masih menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas.

Fatwa Kehalalan dan Eksperimen Lintas Negara

Tantangan lain termasuk risiko penipuan digital dan ketimpangan infrastruktur. BI mencatat kenaikan signifikan dalam transaksi QRIS namun secara bersamaan juga meningkatkan sorotan terhadap perlindungan konsumen. Layanan BI-FAST dan sistem penyelesaian transaksi lainnya harus terus diperkuat agar dapat menangani volume transaksi yang semakin tinggi dengan margin risiko yang minimal. Pengawasan regulator tetap diperlukan untuk memastikan ekosistem tetap aman dan terpercaya.

Tantangan Regulasi, Teknis, dan Literasi Masyarakat

Dengan pertumbuhan transaksi digital yang pesat, inklusi keuangan menjadi prioritas utama. BI menargetkan lebih banyak daerah di luar Jawa untuk dapat mengakses layanan QRIS dan BI-FAST, sehingga masyarakat di pedesaan juga merasakan manfaat pembayaran digital. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri fintech menjadi kunci untuk mempercepat adopsi di seluruh Indonesia.

Secara keseluruhan, perjalanan menuju rupiah digital bukan sekadar mengubah rupiah dari bentuk fisik menjadi digital, melainkan membangun infrastruktur kepercayaan yang melibatkan regulasi yang jelas, teknologi andal, dan literasi konsumen. Pertumbuhan QRIS yang menguat dan inisiatif lintas negara menandakan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat menuju sistem pembayaran yang lebih inklusif dan modern.

Sumber Berita

Pertanyaan yang Sering Muncul


— Ditulis oleh Chacha —

Post a Comment

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!

Previous Post Next Post