Ekonomi · 06 November 2026, 09:10 WIB
Ringkasan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47 persen pada kuartal III 2026, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu. BPS mengakui pertumbuhan tersebut belum dirasakan merata karena masih ada kelompok masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 sebesar 5,47 persen secara year-on-year. Angka itu lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat 5,04 persen. Secara kuartalan, perekonomian tumbuh 1,59 persen dibandingkan kuartal II 2026, sementara secara kumulatif hingga kuartal III 2026 tumbuh sebesar 5,45 persen. BPS menyebut pertumbuhan pada kuartal III sejalan dengan pola musiman tahun-tahun sebelumnya, di mana pertumbuhan ekonomi pada kuartal III biasanya lebih rendah dibandingkan kuartal II.
Berdasarkan data BPS, produk domestik bruto atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.741 triliun, sementara produk domestik bruto atas dasar harga konstan sebesar Rp3.633,2 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud menjelaskan, pertumbuhan tersebut merupakan gambaran agregat, baik dari sisi lapangan usaha maupun komponen pengeluaran. Sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari industri.
Angka yang Lebih Baik dari Tahun Lalu
Edy menegaskan, struktur perekonomian Indonesia sangat beragam, terdiri dari 17 kategori lapangan usaha dan 52 subkategori yang masing-masing tumbuh berbeda. Oleh sebab itu, pertumbuhan nasional tidak serta-merta mencerminkan kondisi seluruh sektor maupun kelompok masyarakat. Mereka yang bergantung pada sektor dengan pertumbuhan relatif rendah belum tentu merasakan dampak positif dari pertumbuhan ekonomi tersebut.
BPS pun mengakui masih ada kelompok masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi di tengah pertumbuhan positif tersebut. Edy mengatakan, data yang dirilis masih bersifat agregat, sementara keluhan yang ramai di media sosial terjadi pada kelompok atau wilayah tertentu. Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa, diperlukan analisis lebih spesifik untuk memetakan kondisi masing-masing kelompok secara lebih baik.
Mengapa Semua Warga Belum Merasakannya
Institute for Development of Economics and Finance mengingatkan, pertumbuhan tinggi belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peneliti Indef Riza Annisa Pujarama menyoroti meningkatnya proporsi pekerja informal, pekerja keluarga tidak dibayar, dan pekerja bebas di sektor pertanian. Menurutnya, kualitas lapangan kerja memiliki hubungan erat dengan besarnya pendapatan yang diterima masyarakat.
Indef mencatat, industri pengolahan tumbuh 5,87 persen pada kuartal III 2026. Subsektor padat karya seperti tekstil dan pakaian jadi tumbuh 6,22 persen, serta industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki tumbuh 9,75 persen. Namun Annisa mempertanyakan kesesuaian angka tersebut dengan kondisi lapangan, karena gelombang pemutusan hubungan kerja dan penutupan pabrik padat karya masih terjadi.
Daya Beli dan Kualitas Lapangan Kerja
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen secara tahunan, naik dari 4,89 persen pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, Indef mencermati perlambatan konsumsi rumah tangga sepanjang tiga kuartal pertama 2026. Kemampuan konsumsi masyarakat juga semakin bergantung pada stimulus fiskal, sementara kelompok kelas menengah menghadapi tekanan kenaikan harga kebutuhan pokok dan beban pajak.
Implikasi dari data ini, angka pertumbuhan nasional tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran kesejahteraan. Pemerintah perlu mengarahkan belanja negara ke sektor-sektor produktif, memperbaiki ketepatan sasaran stimulus fiskal, dan menciptakan pekerjaan berkualitas. Artinya, agar pertumbuhan benar-benar terasa oleh semua pihak, kebijakan ekonomi harus sampai ke kelompok yang selama ini tertinggal.
Sumber Berita
- Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Kok Banyak Warga Ngeluh di Sosmed? (CNBC Indonesia)
- Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen, Indef: Belum Tentu Masyarakat Sejahtera (Republika)
Pertanyaan yang Sering Muncul
Berapa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026?
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,47 persen secara year-on-year, lebih tinggi dari 5,04 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Apakah pertumbuhan ekonomi ini sudah dirasakan semua masyarakat?
Belum. BPS mengakui masih ada kelompok masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi karena data pertumbuhan bersifat agregat dan sektornya tumbuh berbeda-beda.
Apa yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi?
Industri menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, dengan industri pengolahan mencatat pertumbuhan 5,87 persen pada kuartal III 2026.
— Ditulis oleh Asmady —