Ai · 06 November 2026, 19:37 WIB
Ringkasan
OpenAI meluncurkan Dots, asisten AI proaktif yang bekerja di latar belakang dan punya komputernya sendiri. Berikut cara kerja, harga, serta soal privasi dan daya hitung yang perlu diperhatikan.
OpenAI resmi membuka pratinjau Dots, asisten AI yang dirancang untuk selalu aktif dan bekerja di latar belakang. Layanan ini diumumkan pada 29 September 2026 di ajang DevDay San Francisco, lalu mulai didistribusikan dalam gelombang pratinjau sejak 4 November 2026. Dots bisa dipakai lewat ChatGPT di web, desktop, dan ponsel, serta terhubung ke Slack dan Microsoft Teams.
Dots berbeda dari chatbot biasa karena tidak menunggu perintah. Ia berjalan sepanjang waktu, mempelajari tujuan pengguna, mengawasi kotak masuk surel dan alat kerja, lalu memulai tugas sendiri. Kepala produk OpenAI Gabriel Chua mencontohkan cara kerja ini saat sesi briefing media Asia Pasifik pada 5 November 2026, saat ia menjelaskan peran Dots sebagai pengawas sekaligus pelaksana tugas harian.
Apa Itu Dots?
Asisten ini menguasai lebih dari 4.000 aplikasi lewat plugin, dilengkapi komputer cloud milik sendiri, dan dapat mengakses komputer pengguna bila diberi izin. Ketiga jalur itu memungkinkannya, misalnya, memesan tiket kereta dari Tokyo sambil menelusuri jadwal bus dan dokumen berbahasa Jepang. Dots juga bisa membuat percakapan ChatGPT baru untuk mengerjakan tugas, dan memakai aturan khusus dari pengguna.
OpenAI merilis GPT-6 Astra, model yang disiapkan untuk Dots, sebagai jawaban atas Meta Muse. Pada 3 November 2026 perusahaan menambahkan GPT-6.1 Terra, model yang lebih ringan, untuk merutekan tugas supaya Dots tidak boros biaya komputasi. Pengumuman itu disampaikan Chief Product Officer Adam Fry seiring peringatan bahwa kebutuhan daya hitung agen otonom cenderung membengkak.
Tiga Jalur Akses
Pratinjau gratis berlangsung hingga 18 November 2026, setelah itu tagihan dimulai. Pelanggan Pro dikenai tarif mulai 100 dolar AS per bulan untuk penggunaan agentic, sementara Business Premium dan sebagian Enterprise mendapat kuota terbatas. Layanan belum tersedia di Kawasan Ekonomi Eropa, Swiss, dan Inggris karena regulasi, dan OpenAI mengatakan sedang berdiskusi dengan regulator setempat.
Kemampuan Dots dirancang untuk pekerjaan nyata yang berulang. Dalam demonstrasi, ia mengelola 35 surel milik bisnis kombucha Straits Culture, lalu mengelompokkannya menjadi draf, eskalasi, dan pesan tidak relevan. Ia juga mengakses 145 foto di laptop lewat perintah dari ponsel dan menggeser kemajuan pipeline 100 gigabita dari 70 persen ke 80 persen.
Soal keamanan, Dots dilengkapi auto-review untuk memeriksa tindakan berisiko sebelum dijalankan, serta sistem memori yang mengenali preferensi pengguna. Tindakan sensitif seperti mengganti kata sandi otomatis diserahkan kembali kepada pengguna. Kendati begitu, Dots masih berstatus early preview, dan pengguna dapat menyetop pelatihan model dari percakapan yang dijalankannya.
Model di Baliknya: GPT-6 Astra dan GPT-6.1 Terra
Di balik janji efisiensi, muncul soal kepercayaan. Signal melalui presiden Meredith Whittaker memperingatkan pada 18 November 2026 bahwa agen otonom yang membaca surel dan pesan berisiko menyentuh data sensitif. Apple CEO Tim Cook juga menilai agen AI butuh akses tingkat tinggi ke perangkat, dan mendorong pengguna meninjau izin dengan cermat.
Persaingan ikut memanaskan pasar. Meta meluncurkan Muse, asisten serupa yang juga menargetkan konteks pribadi. Industri kini bertaruh besar pada agen proaktif, kendati laporan menyebut komputasi yang tersedia masih jadi kendala serius bagi peluncuran skala besar. Sam Altman menyebut Dots sebagai produk premium dan menjanjikan versi massa di masa depan.
Harga, Ketersediaan, dan Risiko Privasi
Bagi pengguna di Indonesia, peluncuran ini menandai pergeseran cara kerja dengan AI, dari sekadar mengetik pertanyaan menjadi membiarkan asisten mengurus alur kerja harian. Potensi penghematan waktu nyata, tetapi begitu agen bisa membaca surel dan membeli tiket, keputusan memakainya sebaiknya didasari pemahaman atas izin yang diberikan.
Kesimpulannya, Dots menunjukkan arah baru yang ambisius sekaligus menantang. Kebiasaan lama mengendalikan perangkat dengan tangan sendiri perlahan digantikan kepercayaan kepada agen yang bekerja diam-diam. Artinya, keputusan memakainya bukan lagi soal fitur, melainkan sejauh mana pengguna bersedia menyerahkan akses dan tanggung jawab.
Sumber Berita
- Introducing dots (OpenAI)
- Using dots (OpenAI Help Center)
- Kenalan dengan Dots, Asisten AI OpenAI yang Bisa Kerja Sendiri (detikINET)
- OpenAI Ungkap Beda Dots dan ChatGPT, AI Kini Bisa Jadi Bos AI Lain (detikINET)
- OpenAI Rilis Dots: Asisten AI Otonom Bertenaga GPT-6 Astra (detikINET)
- OpenAI's Dots are coming up against the price of privacy, and the price of compute (Fortune)
- How OpenAI turned its coding tools into dots, an always-on personal assistant (TechCrunch)
- OpenAI launches Dots AI agents amid safety questions (NBC News)
- Put Your AI Agents to Work With These 5 Killer Tasks (The New York Times)
- OpenAI Rilis GPT-6.1 Terra untuk Tugaskan Agen Dots (AI Lately)
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah Dots gratis?
Pratinjau gratis berlangsung hingga 18 November 2026. Setelah itu layanan dikenai biaya, dengan paket Pro mulai 100 dolar AS per bulan.
Di mana Dots bisa dipakai?
Dots tersedia di ChatGPT web, desktop, dan ponsel, serta terintegrasi ke Slack dan Microsoft Teams. Belum tersedia di Eropa, Swiss, dan Inggris.
Apakah Dots bisa mengakses data pribadi saya?
Dots bisa membaca surel dan alat kerja bila diberi izin, dan dilengkapi auto-review. Tindakan sensitif seperti ganti kata sandi tetap dikembalikan ke pengguna.
Apakah Dots menggantikan ChatGPT atau Codex?
Tidak. Dots dirancang sebagai pengawas yang mengoordinasikan tugas dari ChatGPT Work dan Codex, bukan menggantikannya.
— Ditulis oleh Chacha —