Teknologi · 07 November 2026, 16:07 WIB
Ringkasan
Google mengurangi rilis kode sumber Android dan memperketat verifikasi pengembang. Ini mengubah nasib custom ROM dan komunitas pengembang yang merawat perangkat lama.
Google menyiapkan perubahan besar pada ekosistem Android. Kode sumber Android Open Source Project atau AOSP kini hanya dirilis dua kali setahun, bukan setiap kali versi baru tiba. Kebijakan ini membuat komunitas pengembang custom ROM khawatir karena jendela kontribusi menjadi lebih sempit. Bagi pengguna Indonesia, dampaknya tidak langsung terasa, tetapi nyata.
AOSP adalah fondasi Android yang terbuka. Produsen perangkat dan komunitas mengembangkannya menjadi sistem yang dipakai ponsel merek lain. Ketika Google menutup sebagian proses pengembangan dan hanya merilis kode dua kali setahun, pihak yang bergantung pada kode itu harus menunggu lebih lama. Perubahan tersebut disebut mengurangi kontribusi publik pada AOSP.
AOSP dan Kode Sumber Android
Rilis AOSP dua kali setahun berarti kode sumber untuk dua versi Android baru bisa tiba sekaligus. Google disebut menghentikan rilis kode untuk Android 16, padahal versi itu sedang dipersiapkan. Produsen yang menunggu kode terbaru harus bergantung pada rilis internal atau menunggu jadwal yang lebih lama, sehingga waktu penyesuaian perangkat memendek.
Custom ROM seperti LineageOS bergantung pada kode sumber yang tersedia. Mereka mengambil kode Google, membangun versi sendiri, lalu mendistribusikannya ke perangkat yang tidak lagi didukung produsen. Google juga baru memperketat aturan verifikasi pengembang untuk instalasi di luar toko resmi, yang menjadi perhatian komunitas LineageOS.
Custom ROM di Tengah Perubahan
Bagi pengguna Android di Indonesia, dua hal ini penting. Pertama, perangkat lokal yang sudah tua bisa kehilangan jalur pembaruan mandiri. Kedua, komunitas pengembang yang memodifikasi sistem menjadi lebih rentan terhadap kebijakan Google. Artinya, menjaga komunitas lokal dan diversifikasi perangkat tetap relevan.
Bagi pengguna, ada sisi praktis yang perlu diperhatikan. Memperpanjang umur perangkat lewat custom ROM memang mengurangi limbah elektronik, tetapi juga berarti menanggung keamanan sendiri. Produsen yang masih memberi pembaruan lima tahun ke atas menjadi pilihan paling aman, meskipun harganya cenderung lebih tinggi.
Tidak semua dampaknya negatif. Menutup sebagian proses pengembangan bisa membuat Android lebih konsisten dan aman. Produsen yang memakai AOSP masih bisa membangun antarmuka dan fitur sendiri. Yang berubah adalah seberapa besar ruang komunitas untuk ikut menulis kode dasar, dan itulah yang sesungguhnya diperdebatkan.
Dampak untuk Pengguna Indonesia
Penting dicatat bahwa AOSP bukan satu-satunya jalur. Produsen bisa membangun sistem dari nol atau memakai kerangka lain, tetapi biaya dan tenaga kerja yang dibutuhkan jauh lebih besar. Karena itu, sebagian besar ponsel di pasaran tetap bergantung pada fondasi yang disediakan Google.
Kesimpulannya, Android yang makin tertutup bukan berarti dukungan terhadap perangkat lama hilang, tetapi jalurnya menyempit. Bagi pengguna, pilihan paling bijak adalah menghargai komunitas yang masih merawat perangkat lama, sekaligus memahami bahwa kebebasan memodifikasi sistem kini bergantung pada kebijakan vendor.
Sumber Berita
- Google Makin Menutup Android, Pengembang Custom ROM Mulai Khawatir (Kompas Tekno)
- Android Bakal Dikembangkan Secara Tertutup, Tapa... (DetikInet)
- AOSP on a diet plan as Google halves Android code drops (The Register)
- Google takes next big leap in killing AOSP (OSNews)
- Google Will Now Only Release Android Source Code Twice a Year (Slashdot)
- Apakah Instal Custom ROM Masih Relevan pada Tahun 2026? (IDN Times)
- LineageOS Tegaskan Verifikasi Pengembang Google Tak Akan Memengaruhi Pengguna Custom ROM (Jawapos Radar Tuban)
- Android Open Source Project: Ringkasan (source.android.com)
- Android Open Source Project: Pertanyaan umum (source.android.com)
- State of AOSP 2026 (GitHub aosp-devs)
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa itu AOSP?
Android Open Source Project adalah fondasi Android yang terbuka dan dapat dikembangkan produsen perangkat serta komunitas. Kode ini menjadi dasar sistem yang dipakai ponsel merek lain.
Mengapa Google mengurangi rilis kode sumber?
Google menilai rilis yang lebih sedikit membuat pengembangan lebih terpusat, konsisten, dan aman. Konsekuensinya, komunitas dan produsen menunggu lebih lama untuk mengakses kode terbaru.
Apakah custom ROM masih aman dipakai?
Custom ROM masih tersedia, tetapi komunitas seperti LineageOS perlu menyesuaikan diri dengan verifikasi pengembang baru. Pengguna sebaiknya memilih proyek yang aktif memelihara perangkatnya.
— Ditulis oleh Chacha —