Teknologi · 15 October 2026, 13:27 WIB
Ringkasan
Pemerintah Indonesia menargetkan internet rumah 100 Mbps dengan harga Rp 100 ribu per bulan. Penetrasi fixed broadband saat ini baru 22%, ingin dinaikkan ke 50%.
Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan terobosan baru untuk membuat internet rumah semakin terjangkau. Targetnya, layanan fixed broadband dengan kecepatan 100 Mbps bisa ditawarkan hanya dengan harga Rp 100 ribu per bulan. Angka ini jauh lebih murah dibandingkan tarif internet saat ini yang masih dianggap terlalu mahal untuk masyarakat menengah ke bawah.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaskan bahwa penetrasi fixed broadband di Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 22 persen. Pemerintah berharap cakupan ini bisa melonjak hingga 50 persen dalam beberapa tahun ke depan. Dengan perluasan jaringan, biaya internet bisa ditekan secara signifikan karena biaya infrastruktur yang semakin terbagi oleh banyak pelanggan.
Penetrasi Fixed Broadband Indonesia Masih Rendah
Mengutip data dari International Telecommunication Union (ITU), Nezar Patria menjelaskan bahwa harga internet di Indonesia masih tergolong mahal. Untuk negara dengan PDB per kapita sekitar 5.000 dolar AS, pengeluaran satu keluarga untuk internet seharusnya berada di bawah Rp 200 ribu per bulan. Namun kenyataannya, masih banyak warga yang harus membayar lebih mahal dari angka ideal tersebut.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong perluasan jaringan fixed broadband secara masif. Semakin banyak rumah yang terhubung, semakin rendah biaya per infrastruktur yang bisa dibebankan ke konsumen. Prinsip inklusivitas juga menjadi fokus utama, agar semua elemen masyarakat bisa menikmati akses internet yang berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Idealnya Harga Internet di Bawah Rp 200 Ribu
Nezar Patria menambahkan bahwa pengembangan infrastruktur internet bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal ketersediaan dan keterjangkauan. Program pemerintah akan fokus pada daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan, terutama di kota-kota kecil dan pedesaan. Dengan demikian, kesenjangan digital antara kota besar dan daerah bisa semakin diperkecil.
Pemerintah juga berencana meliberalisasi spektrum frekuensi untuk mendukung pengembangan jaringan 5G dan fixed broadband. Spektrum yang lebih luas akan memungkinkan operator menyediakan layanan dengan kualitas lebih baik dan biaya lebih rendah. Langkah ini diperlukan agar target harga Rp 100 ribu untuk 100 Mbps bisa benar-benar terwujud dalam beberapa tahun ke depan.
Strategi Pemerintah Tekan Biaya Internet
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong investasi swasta dalam pembangunan infrastruktur internet. Insentif fiskal dan kemudahan perizinan akan diberikan kepada operator yang bersedia membangun jaringan di daerah-daerah tertinggal. Dengan melibatkan sektor swasta, diharapkan percepatan pembangunan jaringan bisa tercapai tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.
Pada akhirnya, program internet murah ini bukan hanya soal harga, tetapi juga tentang keadilan digital. Jika berhasil, jutaan keluarga Indonesia bisa mengakses internet berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Kita bisa bayangkan dampaknya: anak-anak bisa belajar online dengan lancar, UMKM bisa memasarkan produk secara digital, dan masyarakat bisa mengakses layanan pemerintah dengan lebih mudah. Masa depan digital Indonesia yang inklusivitas dimulai dari koneksi yang terjangkau untuk semua.
Sumber Berita
- Pemerintah Targetkan Internet Rumah Murah 100 Mbps Harga Rp 100.000 (CNBC Indonesia)
Pertanyaan yang Sering Muncul
Berapa kecepatan internet yang ditargetkan pemerintah?
Pemerintah menargetkan internet rumah dengan kecepatan 100 Mbps. Ini jauh lebih cepat dari rata-rata kecepatan internet fixed broadband saat ini di Indonesia.
Berapa harga internet yang diharapkan?
Target harga hanya Rp 100 ribu per bulan. Angka ini dianggap jauh lebih terjangkau dibandingkan tarif yang berlaku saatini.
Kapan target ini bisa tercapai?
Pemerintah belum menyebutkan waktu pasti. Namun, perluasan jaringan fixed broadband akan terus dipercepat untuk mencapai target cakupan 50 persen.
Kalau kamu ingin berita terbaru di topik ini, coba ikuti label terkait di bawah.
Internet Fixed Broadband Komdigi Teknologi— Ditulis oleh Chacha —
Labels: Internet, Fixed Broadband, Komdigi, Teknologi
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!