Teknologi · 21 October 2026, 11:06 WIB
Ringkasan
MiniMax merilis M3.1 Flash, model AI asal China yang diklaim lebih cepat dan jauh lebih murah dibanding pendahulunya. Skor Intelligence Index-nya naik 13 poin menjadi 42, meski masih di bawah DeepSeek V4.1 Flash pada beberapa uji penalaran.
Perusahaan kecerdasan buatan asal China, MiniMax, resmi merilis model AI terbarunya yang bernama M3.1 Flash. Model ini mencuri perhatian karena diklaim mampu mengungguli sejumlah kompetitornya, di antaranya DeepSeek V4.1 Flash-1017 dan Claude Opus 5 milik Anthropic. Tak hanya soal kemampuan, MiniMax juga menjanjikan performa yang lebih cepat dengan biaya penggunaan lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya. M3.1 Flash dirancang untuk menangani berbagai tugas, mulai dari membuat kode program, mengoperasikan aplikasi komputer, hingga menyelesaikan pekerjaan bisnis secara otomatis.
Peningkatan kemampuan itu terlihat dalam pengujian independen yang dilakukan lembaga evaluasi AI, Artificial Analysis. Model tersebut memperoleh skor 42 dalam Intelligence Index, naik 13 poin dibandingkan MiniMax M3 yang sebelumnya meraih skor 29. Hasil ini menempatkan M3.1 Flash setara dengan GLM-5.3 Flash serta sedikit di atas Gemini 3.8 Flash yang memperoleh skor 41, walau masih di bawah DeepSeek V4.1 Flash 1017 yang mencatat skor 45. Pada uji Humanity's Last Exam, model ini mencatat 48 persen, sejajar dengan Gemini 3.8 Flash dan di atas DeepSeek V4.1 Flash 1017 yang meraih 43 persen.
Lebih Pintar, Lebih Murah
Soal biaya, M3.1 Flash menawarkan penghematan sekitar 57 persen dibanding model pendahulunya. Menurut Artificial Analysis, rata-rata biaya yang diperlukan model ini untuk menyelesaikan satu tugas turun dari 0,51 dollar AS atau sekitar Rp 9.170 menjadi 0,22 dollar AS atau sekitar Rp 3.955. Sebagai perbandingan, DeepSeek V4.1 Flash-1017 membutuhkan biaya sekitar 0,26 dollar AS per tugas, sedangkan Gemini 3.8 Flash mencapai 1,24 dollar AS per tugas. Model ini juga lebih hemat token keluaran, yaitu sekitar 189 juta token untuk menjalankan Intelligence Index.
Unggul di Uji Otomatisasi Bisnis
Di luar pekerjaan bisnis, M3.1 Flash juga menunjukkan hasil kompetitif dalam pengujian pemrograman. Pada DeepSWE v1.1 model ini memperoleh skor 73,7 persen, berada di atas GPT-5.6 Sol yang mencatat 73 persen, tetapi masih di bawah Claude Opus 5 dengan 74 persen dan DeepSeek V4.1 Flash-1017 yang punya skor 77 persen. Adapun pada Automation-Bench v1.0.6, M3.1 Flash tercatat memperoleh skor 62,2 dan unggul di atas DeepSeek V4.1 Flash-1017 yang mencatat 60,5. Pengujian itu mengukur kemampuan agen AI menyelesaikan pekerjaan lewat aplikasi bisnis, mulai dari penjualan, pemasaran, layanan pelanggan, keuangan, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
Peringatan soal Tingkat Halusinasi
Ada catatan penting yang perlu pembaca cermati sebelum menjadikan model ini andalan. Pada uji AA-Omniscience yang mengukur daya ingat fakta dan kecenderungan berhalusinasi, M3.1 Flash menjawab 56 persen pertanyaan dengan benar, lebih tinggi dari GLM-5.3 Flash dan DeepSeek V4.1 Flash 1017. Namun karena model ini berusaha menjawab hampir semua pertanyaan, tingkat halusinasinya mencapai 93 persen dengan skor keseluruhan 16. Artinya, model murah ini cocok untuk pekerjaan yang hasilnya masih diperiksa manusia, bukan untuk keputusan yang dipakai mentah-mentah tanpa verifikasi.
Kehadiran M3.1 Flash menegaskan persaingan model AI kini bergeser dari sekadar mengejar kecerdasan ke arah efisiensi biaya dan keandalan untuk pekerjaan otomatis. Bagi pengembang dan pelaku usaha di Indonesia, pilihan model dengan biaya per tugas di bawah Rp 4.000 membuka peluang memakai AI untuk tugas rutin yang sebelumnya terlalu mahal. Pada akhirnya yang menentukan bukan skor benchmark tertinggi, melainkan seberapa cocok model itu dengan kebutuhan, anggaran, dan tingkat pengawasan yang mampu disediakan penggunanya.
Sumber Berita
- MiniMax M3.1 Flash Resmi, Model AI China yang Diklaim Ungguli DeepSeek dan Claude Opus (Kompas.com Tekno)
- Kumpulan berita MiniMax AI di Kompas.com Tekno (Kompas.com Tekno)
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa keunggulan utama MiniMax M3.1 Flash?
Model ini menawarkan peningkatan kemampuan sekaligus biaya jauh lebih murah, sekitar 57 persen lebih hemat dibanding pendahulunya. Biaya per tugasnya sekitar 0,22 dollar AS atau setara Rp 3.955.
Apakah M3.1 Flash lebih pintar dari DeepSeek?
Tidak selalu. Pada Intelligence Index skornya 42, masih di bawah DeepSeek V4.1 Flash 1017 yang meraih 45, tetapi lebih unggul pada uji Humanity's Last Exam dan Automation-Bench versi tertentu.
Apa kelemahan model ini?
Tingkat halusinasinya tinggi, mencapai 93 persen, sehingga jawabannya perlu diverifikasi manusia. Model ini belum cocok untuk keputusan otomatis tanpa pengawasan.
Kalau kamu ingin berita terbaru di topik ini, coba ikuti label terkait di bawah.
teknologi AI MiniMax DeepSeek kecerdasan buatan— Ditulis oleh Chacha —
Labels: teknologi, AI, MiniMax, DeepSeek, kecerdasan buatan
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!